Oleh : Drs. Mulyono, MA *)
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati rang-orang beriman, supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka” [QS. Al-Fath [48] ayat 4].
“Nyala Iman” dalam kehidupan merupakan kekuatan yang bersumber dari keyakinan hati, yang diwujudkan dalam perilaku amal salih. Iman bukan sekedar ‘status’, dan menurut Imam Al-Bukhari iman menjadi cahaya yang menghadirkan ketenangan dan menjadi perisai dari segala perbuatan tercela.
Nyala Iman dalam kehidupan menggerakkan seseorang untuk terus berbuat kebaikan dan membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia akhirat. Iman laksana ‘mercusuar’ di samudera luas, memberikan arah di tengah gelombang keraguan dan badai kehidupan. Iman mengarahkan cara manusia memandang dunia dalam menapaki perjalanan hidup yang penuh ujian.
Menjaga iman agar tetap menyala dan membantu seseorang untuk istiqomah dalam ketaatan. Iman sebagai jangkar utama dalam menavigasi kompleksitas kehidupan modern yang ditandai dengan arus sekularisme, budaya konsumtif dan tekanan disrupsi teknologi.
Iman sebagai ‘benteng pertahanan’ yang dapat memberikan ketenangan batin dan menjadi kompas moral untuk membedakan yang baik dan buruk ditengah ketidakpastian. Iman sebagai kekuatan moral dan mental untuk mengatasi kepanikan dan dinamika kehidupan masa depan. Melindungi dari godaan gaya hidup hedonism dan konsumerisme yang berlebihan. Menyaring arus budaya tanpa kehilangan jati diri.
Di tengah arus perubahan, iman seringkali terancam oleh keraguan, metarialisme, sekularisme. Dunia modern terinspirasi oleh invasi teknologi yang mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja dan beribadah. Menurut Pastricia Aburdene penulis buku Megatrends mengatakan bahwa teknolgi dapat mempengaruhi ‘cara’ berinteraksi dengan orang lain. Perangkat digital, internet, kecerdasan buatan [AI] memberikan kemudahan, sekaligus menciptakan tantangan dalam cara berfikir dan orientasi hidup.
Nyala iman adalah ‘cahaya spiritual’ yang memunculkan energy keteguhan dan ketanguhan prinsip, membimbimng hati untuk selalu dekat kepada Ilahi, totalitas dalam pengorbanan, keyakinan tanpa keraguan, kesetiaan yang senantiasa berkobar dan senantiasa menggerakkan pikiran dan perbuatan melalui ibadah dan amal saleh.
Nyala iman yang terus menggelora dalam kehidupan, membuahkan ketaatan dan keistiqomahan beribadah untuk meraih ridla-Nya !!!
*) Penulis adalah Kepala KUA Kecamatan Tlanakan